Selasa, 20 April 2010

Hadits Ke-2 (Arba'in An-Nawawi)

. Selasa, 20 April 2010
0 komentar





Dari Umar rodhiyallohu’anhu juga, beliau berkata: Pada suatu hari ketika kami duduk di dekat Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam, tiba-tiba muncul seorang laki-laki yang berpakaian sangat putih dan rambutnya sangat hitam. Pada dirinya tidak tampak bekas dari perjalanan jauh dan tidak ada seorangpun diantara kami yang mengenalnya. Kemudian ia duduk di hadapan Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam, lalu mendempetkan kedua lututnya ke lutut Nabi, dan meletakkan kedua tangannya di atas kedua pahanya, kemudian berkata: ”Wahai Muhammad, terangkanlah kepadaku tentang Islam.” Kemudian Rosululloh shollallohu’alaihi wasallam menjawab: ”Islam yaitu: hendaklah engkau bersaksi tiada sesembahan yang haq disembah kecuali Alloh dan sesungguhnya Muhammad adalah utusan Alloh. Hendaklah engkau mendirikan sholat, membayar zakat, berpuasa pada bulan Romadhon, dan mengerjakan haji ke rumah Alloh jika engkau mampu mengerjakannya.” Orang itu berkata: ”Engkau benar.” Kami menjadi heran, karena dia yang bertanya dan dia pula yang membenarkannya. Orang itu bertanya lagi: ”Lalu terangkanlah kepadaku tentang iman”. (Rosululloh) menjawab: ”Hendaklah engkau beriman kepada Alloh, beriman kepada para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para utusan-Nya, hari akhir, dan hendaklah engkau beriman kepada taqdir yang baik dan yang buruk.”Orang tadi berkata: ”Engkau benar.” Lalu orang itu bertanya lagi: ”Lalu terangkanlah kepadaku tentang ihsan.” (Beliau) menjawab: “Hendaklah engkau beribadah kepada Alloh seolah-olah engkau melihat-Nya. Namun jika engkau tidak dapat (beribadah seolah-olah) melihat-Nya, sesungguhnya Ia melihat engkau.” Orang itu berkata lagi: ”Beritahukanlah kepadaku tentang hari kiamat.” (Beliau) mejawab: “Orang yang ditanya tidak lebih tahu daripada yang bertanya.” Orang itu selanjutnya berkata: ”Beritahukanlah kepadaku tanda-tandanya.” (Beliau) menjawab: ”Apabila budak melahirkan tuannya, dan engkau melihat orang-orang Badui yang bertelanjang kaki, yang miskin lagi penggembala domba berlomba-lomba dalam mendirikan bangunan.” Kemudian orang itu pergi, sedangkan aku tetap tinggal beberapa saat lamanya. Lalu Nabi shollallohu ’alaihi wasallam bersabda: ”Wahai Umar, tahukah engkau siapa orang yang bertanya itu ?”. Aku menjawab: ”Alloh dan Rosul-Nya yang lebih mengetahui.” Lalu beliau bersabda: ”Dia itu adalah malaikat Jibril yang datang kepada kalian untuk mengajarkan agama kalian.”(HR. Muslim).



Klik disini untuk melanjutkan »»

Hadits Ke-1 (Arba'in An-Nawawi)

.
0 komentar




Dari Amirul Mu’minin, (Abu Hafsh atau Umar bin Khottob rodiyallohu’anhu) dia berkata: ”Aku pernah mendengar Rosululloh shollallohu’alaihi wassalam bersabda: ’Sesungguhnya seluruh amal itu tergantung kepada niatnya, dan setiap orang akan mendapatkan sesuai niatnya. Oleh karena itu, barangsiapa yang berhijrah karena Alloh dan Rosul-Nya, maka hijrahnya kepada Alloh dan Rosul-Nya. Dan barangsiapa yang berhijrah karena (untuk mendapatkan) dunia atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya itu kepada apa yang menjadi tujuannya (niatnya).’”

(Diriwayatkan oleh dua imam ahli hadits; Abu Abdillah Muhammad bin Ismail bin Ibrohim bin Mughiroh bin Bardizbah Al-Bukhori dan Abul Husain Muslim bin Al-Hajjaj bin Muslim Al-Qusairy An-Naisabury di dalam kedua kitab mereka yang merupakan kitab paling shahih diantara kitab-kitab hadits)



Klik disini untuk melanjutkan »»

Minggu, 09 Agustus 2009

Gema Kehidupan

. Minggu, 09 Agustus 2009
0 komentar

Semoga kita kita bisa mengambil hikmah yang terkandung di dalamnya, amin…

Ada seorang anak kecil dan ayahnya sedang berjalan di sebuah gunung. Tiba-tiba anak kecil itu tersandung. Ia pun tergelincir dan berteriak “Aaaaaahhh!!” betapa kagetnya dia ketika ada suara di balik gunung yang menirukannya “Aaaaaahh!!”

Dipenuhi penasaran dan rasa ingin tau, ia berteriak “ siapa kau?” Ia mendengar lagi suara di balik gunung “ siapa kau?”

Merasa seperti di permainkan ia kembali berteriak “kau pengecut” terdengar lagi di balik gunung “kau pengecut”

Ia menengok kearah ayahnya dan bertanya, ayah sebenarnya apa yang terjadi? Ayahnya tersenyum dan berkata “nak perhatikan ini” kemudian sang ayah berteriak sekuat tenaga, “aku mengagumimu” ada suara menjawab “aku mengagumimu” ayahnya berteriak lagi “kamu hebat” terdengar lagi suara “kamu hebat”

Anak itu terheran-heran tapi belom juga memahaminya. Lalu sang ayah menjelaskan “suara itu adalah GEMA” dia memantulkan suara yang kita keluarkan. Itulah hidup, kehidupan pun seperti itu. Karena apa? Karena sesungguhnya kehidupan itu adalah pantulan / bayangan atas tindakan kita.

“ jika kita ingin mendapatkan kebaikan dari orang lain maka berikanlah kebaikan dari diri kita ”

“ Jika kamu ingin dihormati orang lain, maka hormatilah mereka! ”

“ Bila kita menginginkan keberhasilan, maka berusahalah dengan sungguh-sungguh dan berdoalah ”

“ jika ingin selalu di ingat oleh allah SWT, ingin selalu diberi pertolongan-Nya maka ingatlah Dia dengan dzikrulloh tentunya ”.

Sesuai Firman allah SWT :

فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلا تَكْفُرُونِ

“karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku akan ingat (pula) kepadamu”

(Qs. Al-baqarah : 152)

Kesimpulannya adalah hidup ini BUKANLAH SUATU KEBETULAN. Hidup adalah pantulan dari dirimu, gema dirimu.


وَأَنْ لَيْسَ لِلإنْسَانِ إِلا مَا سَعَى
وَأَنَّ سَعْيَهُ سَوْفَ يُرَى
ثُمَّ يُجْزَاهُ الْجَزَاءَ الأوْفَى
وَأَنَّ إِلَى رَبِّكَ الْمُنْتَهَى


“Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya,
Dan bahwasanya usaha itu kelak akan diperlihatkan.
Kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna,
dan bahwasanya kepada Tuhanmulah kesudahan (segala sesuatu) “,

(QS, An Najm (53):39-42)



Klik disini untuk melanjutkan »»

Rabu, 10 Juni 2009

Do’a Pembuka Kultum

. Rabu, 10 Juni 2009
0 komentar


“Segala puji milik Allah. Kami memohon pertolonganNya, dan mohon ampun kepada Nya. Kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diriku dan keburukan amalku.
Barang siapa yang diberi petunjuk Allah maka tidak ada siapapun yang dapat menyesatkannya, dan barang siapa yang disesatkan Allah maka tidak ada siapapun yang dapat menunjukinya.
Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, aku mengesakanNya dan tidak mempersekutukanNya.
Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hambaNya dan rosulNya, tidak ada nabi setelah Dia.
Ya Allah, berikan sholawat, salam dan kebaikan atas nabi Muhammad, keluarganya dan sahabatnya.”




Klik disini untuk melanjutkan »»